Simulasi Bencana Gempa Bumi dan Erupsi Gunung Meletus & Pelatihan Penanganan Awal Kasus Kegawatdaruratan Sehari-hari di Kelurahan Tongole- Jurusan Keperawatan
Ternate, 27 Februari 2025 – Jurusan D3 Keperawatan Poltekkes Kemenkes Ternate telah melaksanakan kegiatan simulasi bencana gempa bumi dan erupsi gunung meletus di Kelurahan Tongole, Kota Ternate, pada tanggal 27 Februari 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dan memperkaya keterampilan mahasiswa serta tenaga medis dalam penanganan bencana alam.
Simulasi yang diikuti oleh lebih dari 100 peserta, terdiri dari mahasiswa D3 Keperawatan Poltekkes Kemenkes Ternate, masyarakat setempat, dan tenaga kesehatan lokal, berlangsung dengan lancar. Kegiatan ini mencakup berbagai tahapan, mulai dari pemberian materi teori mengenai bencana alam, hingga praktik langsung yang melibatkan skenario gempa bumi dan erupsi gunung meletus.
Simulasi Gempa Bumi dan Erupsi Gunung Meletus
Kegiatan dimulai dengan pemberian materi teori oleh para pengajar dari Poltekkes Kemenkes Ternate yang menjelaskan berbagai aspek bencana alam, terutama gempa bumi dan erupsi gunung meletus. Materi tersebut mencakup langkah-langkah evakuasi, identifikasi potensi bahaya, serta cara memberikan pertolongan pertama pada korban.
Setelah materi teori, dilanjutkan dengan simulasi bencana. Dalam skenario gempa bumi, para peserta diminta untuk melakukan evakuasi korban, mengatasi kerusakan struktural, serta memberikan pertolongan medis kepada korban yang terluka. Kemudian, simulasi dilanjutkan dengan skenario erupsi gunung meletus, di mana peserta harus melaksanakan evakuasi cepat dari area terdampak, serta memberikan pertolongan kepada korban yang terpapar abu vulkanik.
Praktik Penanganan Korban
Selain simulasi, para peserta juga melakukan latihan praktis dalam penanganan korban bencana. Beberapa teknik yang diajarkan meliputi penggunaan tandu darurat, pemberian pertolongan pertama pada luka terbuka, serta pelatihan resusitasi jantung paru (CPR) bagi korban yang tidak sadarkan diri. Melalui pelatihan ini, diharapkan peserta dapat menguasai keterampilan dasar yang sangat dibutuhkan dalam kondisi darurat.
Pentingnya Kesiapsiagaan dan Koordinasi
Koordinator kegiatan, Fitria Idrus, S,Kep, NS, M.Kep, menyampaikan bahwa kegiatan simulasi ini sangat penting untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana alam. “Selain mempersiapkan tenaga kesehatan, kegiatan ini juga bertujuan untuk memperkuat koordinasi antara masyarakat, mahasiswa, dan pihak terkait dalam penanggulangan bencana,” ujarnya.
Warga Kelurahan Tongole menyambut baik kegiatan ini dan berharap dapat terus meningkatkan kesiapsiagaan mereka dalam menghadapi bencana. “Kami sangat terbantu dengan pelatihan ini. Sekarang kami tahu apa yang harus dilakukan jika terjadi bencana,” kata salah satu warga setempat.
Penutupan
Kegiatan ini berakhir dengan sesi evaluasi, di mana peserta diberikan kesempatan untuk memberikan masukan dan saran untuk kegiatan serupa di masa mendatang. Diharapkan, melalui simulasi ini, baik masyarakat maupun mahasiswa D3 Keperawatan Poltekkes Kemenkes Ternate dapat lebih siap dan sigap dalam menghadapi situasi darurat dan bencana alam yang mungkin terjadi.
Dengan terlaksananya kegiatan ini, Poltekkes Kemenkes Ternate berharap dapat terus berkontribusi dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dan kualitas layanan kesehatan di daerah rawan bencana.















